Mother Teresa dari Indonesia

Jika di abad 20 ada Mother Teresa, seorang suster katolik yang berjuang bagi kesejahteraan masyarat di beberapa tempat khususnya di India. Maka dari Indonesia di abad 21 ada beberapa nama yang mengikuti jejak Mother Teresa.

Priskilla Smith Jully - Ibu dari Orang-orang Terbuang


Ada tiga orang yang mendengar cerita motivator dari seorang dosen Amerika bernama Tony Barnet. Yang satu adalah seorang pendeta, yang kedua seorang dosen dan yang ketiga adalah seorang jemaat. Roh Kudus bekerja pada ketiga pendengar ini dan membangkitkan semangat dan motivasi yang menyala-nyala. Tahun berganti tahu berlalu rupanya cerita motivator dari dosen dari Amerika ini benar-benar diterapkan. Sang pendeta pergi ke pedalaman Papua dan menjadi pemberita injil di sana, orang kedua yang seorang dosen, ia pun menyusul sang pendeta dan menjadi pengajar di Papua untuk anak-anak di daerah terbelakang di Papua. Sedang pendengar ketiga yaitu seorang jemaat keberadaannya agak sedikit berbeda, ia adalah jemaat buta sejak lahir, ditolak sejak lahir oleh orang tuanya. Secara manusia apa yang bisa diharapkan dari jemaat ini? Ternyata dengan penyertaan Roh Kudus jemaat ini yang bernama Ibu Priskilla Smith Jully membuka sekolah bagi anak-anak yang terbuang dan ditolak oleh keluarga seperti dirinya waktu kecil. Pada tahun 2005, Ibu Priskilla mendirikan The School of Life yang anggotanya adalah penderita cacat fisik,depresi gangguan jiwa, penderita stroke, korban perkosaan,bayi yang dibuang orang tuanya, anak-anak korban perceraian dan lain-lain. Yang pada tahun 2012 jumlahnya sekitar 100 orang. Ia menjadi Ibu bagi anak-anak yang terbuang (Sumber : Blog Shinta Ardian). Keluarga School of Life di Semarang memanggil Ibu Priskilla dengan panggilan Mami.

Pdt. Hadassah (Zoy) - Bunda dari Warga Binaan
Ada kasus yang juga unik, bagaimana jika yang dikirimkan adalah seorang pendeta yang juga guru dan juga wanita ke masyarakat terbuang? Ketiga identitas itu melekat pada diri seseorang. Tapi bukan sekedar dikirim untuk pemberitaan Injil, tetapi ia menjadi benar-benar penghuni Lapas, menjadi warga binaan! Jika kita diposisi Pdt Hadassah yang dirasakan adalah nama baik yang dipertaruhkan pastilah sudah terlepas, keputusasaan sudah menanti, penghinaan masyarakat sudah seharusnya menjadi atribut sehari-hari.

Memang rencana Tuhan itu tidak bisa ditebak dan unik bekerja berbeda pada setiap orang. Pendeta Hadassah, seorang pendeta wanita yang terkenal senang membina kader-kader muda di gerejanya dulu. Oleh rekayasa hukum ia yang kesekian kali didakwa oleh mantan jemaatnya yang tidak suka, akhirnya mendekam di Lapas Wanita Golongan IIA Sukamiskin Bandung. Warga binaan di Lapas Sukamiskin ini berjumlah sekitar 250 orang wanita dengan kasus narkoba, pembunuhan, penggelapan uang dan lain-lain. Ia sendiri menjadi warga binaan dengan dakwaan menggelapkan asal usul dari anak angkatnya oleh seseorang yang mengaku Ayah dari anak angkatnya tersebut. Pasal penggelapan asal usul telah menjadi tiket yang membawanya selama 2,5 Tahun ke hotel prodeo ini sejak tahun 2012. Namun inilah rupanya keajaiban dan kemuliaan dari rencana Tuhan. Yang namanya pendeta dimanapun seharusnya tetap pendeta, yang namanya guru dimanapun akan menjadi guru dan yang namanya Ibu dimanapun akan menjadi seorang Ibu. Jika Ibu Priskila diberi tugas oleh Tuhan untuk menjadi Ibu dari anak-anak yang terbuang, maka Pdt. Hadassah dengan jalan yang berbeda menjadi Ibu bagi warga binaan. Warga binaan yang penuh keputusasaan, hilang harapan, tidak punya alternatif hidup, tidak tahu tujuan hidupnya, sekarang oleh kasih Tuhan diberikan seorang dengan ketiga jabatan tersebut (Pendeta, Pengajar dan Ibu). Betapa baiknya Tuhan kepada warga binaan di Lapas Sukamiskin ini, meski secara logika manusia bukan suatu keberuntungan bagi seorang Pendeta terkenal dari suatu sinode besar diutus ke masyarakat terhilang, terbuang dan terlupakan dan melepaskan semua atribut masyarakat terhormat.

Panggilan Mami menjadi Bunda
Ketiga jabatan yang melekat pada Pdt. Hadassah telah memberikan perubahan drastis di Lapas Wanita Sukamiskin, ia menjadi penggerak pada beberapa kegiatan yang membawa dampak pada warga binaan lain seperti perbaikan kepribadian, pengenalan cara merias wajah, berdandan, menata rambut, kebersihan ruangan, olah vokal, olah raga, gerak dan tari (getar); membuat perencanaan hidup dan yang lebih uniknya lagi  tanpa disadari selama setahun lebih keberadaannya disana, ia telah menjadi ibu bagi mereka yang berada di Lapas tersebut.

Disaat biasanya para pemuda dan pemudi di gerejanya bisa memanggilnya Mami, sekarang Tuhan mengutusnya dengan menunjuk para warga binaan Lapas Wanita Sukamiskin Bandung, sebagai anaknya seperti firman Tuhan dalam Yohanes 19:26-27,  Ibu inilah anakmu (warga binaan) dan warga binaan inilah Ibumu. Dan warga binaan sekarang memanggilnya Bunda. 

Aktivitas merias wajah, ber-make up bukanlah aktivitas wajar di sebuah Lapas meski itu adalah Lapas Wanita, tapi Pdt. Hadassah yang juga menjadi warga binaan telah memberikan terobosan baru pada tatanan humanitas bagi warga binaan di Lapas Wanita Golongan IIA, Sukamiskin Bandung. Salah satu majalah wanita memberitakan kejadian unik ini. Majalah Kartini menuliskan bahwa semua warga binaan di Lapas Sukamiskin wajib bermakeup setiap hari. 

Jika dunia menawarkan kematian, maka umat kristen yang mengaku sebagai anak Allah menawarkan lembar baru yang disebut kehidupan. 
Sebagai penutup marilah kita melihat lirik lagu Bunda dari Single ketiga Melly Goeslaw ini:

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Back to reff

Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku

Sepenggal kasus Pdt. Hadassah dibukukan oleh Putri Mendiang Gus Dur

Meski tidak lengkap, sepenggal kasus tuduhan keji kepada Pdt. Hadassah Werner yang dituduh telah menodai agama oleh mantan rekan-rekan pendeta dan mantan jemaatnya telah dibukukan oleh The Wahid Institute.
Lihat Buku dan download 

Buku berjudul "Mengelola Toleransi dan Kebebasan Beragama: 3 isu Penting" dengan tebal 184 halaman yang diterbitkan oleh The Wahid Institute pada tahun 2012 memuat kisah singkat Tuduhan penodaan agama terhadap Pdt. Hadassah yang berakhir dengan putusan pembebasan oleh Ketua Majelis Hakim Jeferson Tarigan.

Pada halaman 54-58 di dalam buku dituliskan Ketua Majelis Hakim menyatakan bahwa dakwaan JPU (Jaksa Penuntut Umum) tidak memenuhi syarat berdasarkan aturan yang berlaku sehingga batal demi hukum.
“Dakwaan tidak jelas dan kabur. Dakwaan bukan karena adanya tindak pidana, melainkan adanya perbedaan penafsiran atas isi Alkitab,” terangnya. Selain itu, dakwaan bahwa khutbah Haddasah telah menyebabkan pendangkalan iman, rasa tidak percaya, dan tidak harmonis dalam sebuah keluarga dianggap mengada-ada. “Iman itu hanya orang yang mengalami yang merasakan" terang ketua Majelis Hakim.

Buku ini saat ini menjadi bahan bacaan yang menarik di kalangan cendikiawan Kristen, pemuka agama kristen dan para mahasiswa sekolah teologia. Pro dan kontra mengenai buku ini belum ada. Namun buku yang penulisannya diketuai Yenny Zanuba Wahid (Putri Mendiang Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur) ini telah memberikan sudut pandang baru mengenai upaya membangun toleransi dan memperkuat jaminan kebebasan beragama di Indonesia.

Buku ini merupakan hasil advokasi dan pemantauan isu-isu keagamaaan di Indonesia selama 5 tahun (2006-2011) yang dipantau dan dikumpulkan oleh Wahid Institute dan jaringan di beberapa daerah. Menurut Ketua Yenny Zanuba Wahid dalam kata pengantarnya menuliskan, "Sebagaimana disadari tantangan dalam membangun toleransi semakin berat, sehingga upaya sekecil apapun akan sangat bermakna".

Sesuai judulnya, buku ini mengangkat tiga isu penting kehidupan beragama khususnya di Indonesia
yakni :

  1. isu penodaan agama
  2. isu rumah ibadah 
  3. isu penyiaran agama.
Ketiga isu ini dipilih dari banyaknya kasus terkait ketiganya dan hasil analisa WI dan jaringan terhadap trend menguatnya ketiga isu ini baik di level nasional maupun lokal. Hal ini bukan berarti isu-isu lain.
dianggap tidak penting, ungkapnya.

Biblical Answers to Important Questions of Muslims

Biblical Answers to Important Questions of Muslims
(Here is a series of commonly asked questions by Muslims, with responses by the author. These and other similar Christian answers to Muslim questions can be found at the following website under the author's name: http://www.answering-Islam.org
A "Dictionary of Christian Answers to Muslim Questions" can also be found there at: http://www.answering-islam.org/Dictionary/index.html Editor).

1.        QUESTION #1:  "WHY DO CHRISTIANS COVER UP THEIR ABSURD TEACHINGS ABOUT GOD BY CALLING THEM A ‘MYSTERY'?  ISLAM IS CLEAR IN SAYING GOD IS ONE!"
(Western converts to Islam often express their relief to find that, "Islam's teaching about God is straight forward, and void of the ‘mysteries' of Christianity, such as the trinity and the deity of Christ,
which never made sense to me.")
        ANSWER:  If, after so many years of scientific research, the physical universe, in which we live, is still beyond our complete understanding, why should we think it strange that we cannot fully
understand the invisible Creator of this universe?  In fact if we could completely understand God, then we would be equal to Him!   The Bible tells us: 
        As the heavens are higher than the earth, so are my ways higher than your ways and my thoughts than your thoughts. (Isaiah 55:8,9)   How unsearchable his judgments and his paths beyond tracing out.
(Romans11:33)
2.  QUESTION #2: "DO YOU BELIEVE IN THREE GODS?"
        ANSWER #1: "Jesus Himself said that God is One": "‘The most important one,' answered Jesus, ‘is this: "Hear, O Israel, the Lord our God, the Lord is one."'" (Mark 12:29)
        ANSWER #2:   "The Bible categorically states 28 times that God is One!":
        - In the Torah (Taurat): Deut.6:4,5 - "Hear, O Israel: The Lord our God, the Lord is one.  Love the Lord your God with all your heart and with all your soul and with all your strength."; (see also Deut.4:35; 
Deut.4:39;  I Kings 8:60;  2 Kings 19:19);
        - In the Psalms (Zabur):   Ps.86:10 - "For you are great and do marvelous deeds; you alone are God.";
        - In the books of the prophets:    Is.44:6,8 - "This is what the Lord says...I am the first and I am the last; apart from me there is no God."; "You are my witnesses.  Is there any God besides me?  No, there is
no other Rock; I know not one."; (see also Is.37:16; Is.37:20;  Is.43:10,11;  Is.44:24;  Is.45:5;  Is.45:6;  Is.45:18;  Is.45:21;  Is.46:9;  Is.48:12;  Hosea 13:4); 
        - In the New Testament (Injil):   1 Tim.2:5,6a - "For there is one God and one mediator between God and men, the man Christ Jesus, who gave himself as a ransom for all men."; (see also  Mark 12:29;  John 5:44; 
Rom.3:30;  I Cor.8:4;  Eph.4:6;  I Tim.1:17; James 2:19;  Jude 25)
        ANSWER #3:  God created all things by Himself:  I am the Lord, who has made all things, who alone stretched out the heavens, who spread out the earth by myself. (Isaiah 44:24).   He uses several metaphors to
describe how He did it: 
        - by His Wisdom: I, wisdom, dwell together with prudence...The Lord brought me forth as the first of his works, before his deeds of old; I was appointed from eternity, from the beginning, before the world began.  When
there were no oceans, I was given birth....I was there when he set the heaven in place...Then I was the craftsman as his side... (Proverbs 8:1-31)
 Did God ever exist without wisdom? No!  Did God create his own wisdom? No!  God's wisdom is "from eternity, from the beginning."  God's wisdom was "brought forth" at the time of creation, and by His wisdom God created
everything.  But God made the earth by his power; he founded the world by his wisdom and stretched out the heavens by his understanding. (Jeremiah 10:12)
        - by His Right Hand: My own hand laid the foundations of the earth and my right hand spread out the heavens. (Isaiah 48:13)  Does this mean that God's right hand created instead of God Himself?  Of course not!   God created everything by His right hand - by His power.
        - by The Breath of His Mouth: By the word of the Lord were the heavens made, their starry host by the breath of his mouth...For he spoke, and it came to be; he commanded, and it stood firm. (Psalm 33:6,9)  These
verses clearly show that the breath of God's mouth and God's word are the same.
        - by His Word: In the beginning was the word, and the word was with God, and the word was God.  He was with God in the beginning.  Through him all things were made; without him nothing was made that has been made. (John 1:1-3)  The Word of God is the communication or manifestation of God.
 God's Word is God Himself; not a second God.  The Word was "with" God (two?) and yet the Word "was" God (one)!  Now notice verse 14: The Word became flesh and made his dwelling among us.  We have seen his glory, the flory of the One and Only, Who came from the Father, full of grace and truth.  Somehow, by the power of God, God's eternal word ‘became' a human being like us named Jesus! (God can do anything!)   Jesus is God's word,
the breath of His mouth, His right hand and His wisdom, through whom all things were created.
3.  QUESTION  #3:   "HOW CAN JESUS BE GOD?   
WHY DO YOU BLASPHEME BY CALLING JESUS GOD?"  
        GENERAL ANSWER: Explanation from John 1:1-3,14: "The eternal Word of God, which was with God (seems like two) in the beginning, also was God (one; not two).  Everything Allah created, He created by saying, ‘Be!' - He created everything by His Word.  Allah's Word is not another God; Allah's
Word is Allah's communication of Himself.  Can Allah exist without His Word?   Was there ever a time when Allah's Word did not exist?   It is like my word or communication, which is in one sense a part of me, but is not a
second being, separate from me.  So Allah is One, and He has Word, which comes out from Him and communicates Him.  Jesus is ‘Kalamat Ullah,' the Word of Allah, who came out from Allah and came into the world as a human being.  God in His sovereignty chose to reveal Himself to us - by His Word,
Who became a human being and lived among us, having become one of us."  There are really three parts to this question: 
a.        QUESTION #3a: "HOW CAN JESUS BE GOD WHEN HE DID THINGS GOD DOESN'T/WON'T DO?  
After all:    - Jesus talked about God as His God, but God has no God.
        - Jesus prayed to God instead of to himself.
        - Jesus got hungry and thirsty (Matt.4:2; John 19:28), but God never gets hungry or thirsty (Psalm 50:9-13; Acts 17:25).
        - Jesus was tempted by the devil (Matt.4:1 & Heb.4:15), but God cannot be tempted (James 1:13).
        - Jesus got tired (John 4:6; Matthew 8:24), but God doesn't get tired (Psalm 121:4; Isaiah 40:28).
        - Jesus learned obedience and grew up into a mature and perfect man (Hebrews 5:9), but God never changes (James 1:17).
        - Jesus was born and also died, but God is everlasting."
        ANSWER: #1:  "The description of Jesus we read in the Injil is the description of One Who ‘became' a human being.  Notice it does not say that a man somehow become God; it says Allah's eternal Word became a man.  In
Hebrews 2:17 it says Jesus became like us ‘in every way'- bone of our bone and flesh of our flesh!  Therefore, because He became a real human being just like us, He did things we do.  If he didn't do those things he
wouldn't really be one of us.  
                "Jesus is Almighty God, but for our sake when He became a man He chose to no longer function as God.  He is still God and could use His powers as God, but chose instead to only function as a man.
                "As a human being, He was born, grew in knowledge and maturity, got hungry & thirsty, got tired and sleepy,  prayed to His ‘Father' in heaven, was tempted in every way that we are (but he never
sinned), and died (but God raised Him up victorious over death).  All these things prove He became a real human being.  Jesus is  not an apparition nor was he just pretending to be a man.  As a human being, he had all of our
needs and limitations, except for our sinful, fallen nature.  One reason He is called the ‘last Adam' (1 Cor.15:45) is because he became just like Adam was before he sinned."
b.       QUESTION #3b: "HOW CAN JESUS BE GOD AND MAN AT THE SAME TIME? 
HOW CAN HE BE ON EARTH PRAYING TO GOD IN HEAVEN, TALKING ABOUT GOD AS ‘MY FATHER’ AND HE AND THE FATHER STILL BE ONE GOD?”  
        ANSWER #2: "God can do anything!  Just as in the act of creation, God's eternal Word came out of Him when He spoke to create all things (but He did not become two gods), so when he spoke His eternal Word into the virgin Mary, God's Word remained God and at the same time became a man like us.  Jesus never stopped being almighty Allah's Eternal Word.  It says, ‘The Word became flesh...' (John 1:14); not ‘The Word changed to flesh.' 
He is not sometimes God and sometimes man, nor is He half God and half man.  He is both fully God and fully human at the same time!"  
c.  QUESTION #3c: "BUT WHY WOULD GOD DO SUCH A THING?  He doesn't need Jesus or anyone else to die for us.  God can forgive whomever He wants to forgive!"
        ANSWER #3:
        1) God's Love:  One of God's greatest attributes is love.   True love is self giving (not taking) for the sake of another.  God gave Himself to us in order to forgive us and save us from eternal judgement/death.  
                ...he too shared in their humanity (flesh and blood) so that by his death he might destroy...the devil and free those who all their lives were held in slavery by their fear of death... (Hebrews 2;14,15); 
                He learned obedience from what he suffered and, once made perfect he became the source of eternal salvation...  (Hebrews 5:8,9)
        2) God's Justice:  God's justice requires Him to do this. (Rom.3:22-26)   (illustration of the cost of forgiveness)
Other studies on the Deity of Christ:
        ANSWER #4:  The greetings and salutations in the New Testament
epistles seem to imply His deity in a unique way.  All of these letters
were written after Jesus had ascended to heaven and was no longer
physically present with his people.   Still the apostles presented him as:
        1) the co-author (with God the Father) of grace, peace, mercy and
faith.  Can these things come from a man?
        2) the co-sender of His apostles.  Who else but God can send from
heaven?
        3) our Savior in the same sentence where God is presented as our
Savior.
        4) the one who is given glory for ever and ever.   Who else but God
can receive glory for ever and ever?  
        5) one with whom we have fellowship just like we have fellowship
with the Father, even though he is in heaven.  
        6) the one who keeps us and brings us to eternal life.  Can anyone
but God do these things?

        HERE ARE THE VERSES:
        - "Grace and peace to you from God our Father and from the Lord
Jesus Christ."  (Rom.1:7)
        - "Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus
Christ." (I Cor.1:3)
        - "The grace of the Lord Jesus be with you."  (I Cor.16:23)
        - "Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus
Christ."  (II Cor.1:2)
        - "May the grace of the Lord Jesus Christ, and the love of God, and
the fellowship of the Holy Spirit be with you all."  (II Cor.13:14)
        - "Paul, an apostle - sent not from men nor by man, but by Jesus
Christ and God the Father...Grace and peace to you from God our Father and
the Lord Jesus Christ."  (Gal.1:1-3)
        - "The grace of our Lord Jesus Christ be with your spirit,
brothers."  (Gal.6:18)
        - "Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus
Christ."  (Eph.1:2)
        - "Peace to the brothers, and love with faith from God the Father
and the Lord Jesus Christ." (Eph.6:23)
        - "Grace and peace to you from God our Father and the Lord Jesus
Christ."  (Phil.1:2)
        - "The grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit." 
(Phil.4:23)
        - "To the church of the Thessalonians in God the Father and the
Lord Jesus Christ."  (I Thess.1:1)
        - "The grace of our Lord Jesus Christ be with you."  (I Thess.5:28)
        - "To the church of the Thessalonians in God our Father and the
Lord Jesus Christ:  Grace and peace to you from God the Father and the Lord
Jesus Christ."  (2 Thess.1:1,2)
        - "Now may the Lord of peace himself give you peace at all times
and in every way.  The Lord be with all of you...The grace of our Lord
Jesus Christ be with you all."  (2 Thess.3:16,18)
        - "Paul, an apostle of Christ Jesus by the command of God our
Savior and of Christ Jesus our hope...Grace, mercy and peace from God the
Father and Christ Jesus our Lord."  (I Tim.1:1,2)
        - "Grace, mercy and peace from God the Father and Christ Jesus our
Lord."  (2 Tim.1:2)
        - "...by the command of God our Savior...Grace and peace from God
the Father and Christ Jesus our Savior."  (Titus 1:3,4)
        - "Grace to you and peace from God our Father and the Lord Jesus
Christ."  (Philemon 3)
        - "The grace of our Lord Jesus Christ be with your spirit." 
(Philemon 25)
        - "...through Jesus Christ, to whom be glory for ever and ever.
Amen."  (Heb.13:21)
        - "James, a servant of God and of the Lord Jesus Christ."  (James
1:1)
        - "who have been chosen according to the foreknowledge of God the
Father, through the sanctifying work of the Spirit, for obedience to Jesus
Christ..."  (I Pet.1:2)
        - "to those who through the righteousness of our God and Savior
Jesus Christ have received a faith as precious as ours:  Grace and peace be
yours in abundance through the knowledge of God and of Jesus our Lord."  (2
Pet.1:1,2)
        - "But grow in the grace and knowledge of our Lord and Savior Jesus
Christ.  To him be glory both now and forever!  Amen."  (2 Pet.3:18)
        - "...And our fellowship is with the Father and with his Son, Jesus
Christ."  (I John 1:3)
        - "Grace, mercy and peace from God the Father and from Jesus
Christ, the Father's Son, will be with us in truth and love."  (2 John 3)
        - "To those who have been called, who are loved by God the Father
and kept by Jesus Christ..."  (Jude 1)
        - "Keep yourselves  in God's love as you wait for the mercy of our
Lord Jesus Christ to bring you to eternal life."  (Jude 21)
        - "The grace of the Lord Jesus Christ be with God's people.  Amen."
 (Rev.22:21)
        ANSWER #5:  Study of Philippians 2:6-8: We read that Jesus, ‘being
in very nature (morphae) God...made himself nothing, taking the very nature
(morphae) of a servant, being made in human likeness.'" Notice how the
eternal God took upon Himself the very nature of a servant in becoming a
man.
        ANSWER #6:  When did Jesus begin to exist?: 
        - He was before John the Baptist (the prophet Yahyah) even though
he was born 3 months after him. "This is the one I meant when I said, ‘A
man who comes after me has surpassed me because he was before me" (John
1:29,30).   He is both before and after John; both God and man!
        - He was before David who lived about 1000 BC.  Jesus was born in
the lineage of King David, but he is called, "I am the root and the
offspring of David" (Revelation 22:16) because he existed before Him.  He
is both before and after David; both God and man!
        - He was before Abraham who lived about 2000 BC.  Jesus said,
"before Abraham was born I AM." (John 8:58).  "I AM" = "Jahwah." He is both
before and after Abraham; both God and man!
        - He was before the world began.   Jesus said,"And now Father,
glorify me in your presence with the glory I had with you before the world
began." (John 17:5).  He is both God and man!
4.        QUESTION #4:  WHY WAS IT NECESSARY FOR JESUS TO BE BORN
WITHOUT A HUMAN FATHER?     
       Jesus was born of Mary so that he could be truly human, "bone of
our bone and flesh of our flesh."  It was necessary for him to be born
without a human father in order to reveal his divine origin - to show he is
from heaven; the eternal Word of God made flesh (Jn.1:13-14).
        (I Cor.15:47) - "The first man was of the dust of the earth, the
second man from heaven."
        (John 3:13,31) - "...the one who came from heaven....The one who
comes from above..."
        (John 6:33,38) - "...He who comes down from heaven....For I have
come down from heaven..." 
        (John 6:51) - "I am the living bread that came down from heaven."
        (John 8:23,42) - "...I am from above...for I came from God."   
        [also many times Jesus said his heavenly "Father" had sent him]
5.  QUESTION #5:   ISNT IT WRONG FOR US TO SING OR LAUGH IN
OUR WORSHIP OF ALLAH?   ISN'T ALLAH FAR ABOVE SUCH
HUMAN EMOTIONS AS LAUGHTER, JOY GRIEF OR LOVE?  
        More and more I am impressed with the truth of God's emotional make
up.  I have started collecting verses that talk about His grief, envy,
jealousy, wrath, hate, rejoicing, singing, laughing, pleasure, delight,
compassion and love.  God has all these emotions, and we have them because
we were created in His image.  God is not like a human being; rather humans
are like God!  We sing, laugh, cry, get angry, grieve and rejoice because
God does!
        grief - Eph.4:30 & Gen.6:6; 
        envy - James 4:5
        jealousy - Ex.20:5;  
        wrath - Ephesians 5:6; Colossians 3:6
        hatred - Isaiah 61:8;  Malachi 2:16
        rejoicing - Zeph. 3:17 & Is.62:5;
        singing - Zeph. 3:17
        laughter - Psalm 2:4;
        pleasure - Isaiah 42:21; Matt. 3:17; Psalm 51:18
        delight - Psalm 35:27; 147:11; Zeph.3:17;
        compassion - Hosea 11:8; 2 Corinthians 1:3;
                        love - 1 John 4:7,8
6.   QUESTION #6:   HOW IS IT POSSIBLE FOR US TO HAVE AN
INTIMATE RELATIONSHIP WITH THE ALMIGHTY GOD?
        God is so great (Allah-0-Akbar) and His love is so complete, that
He enables us to have a relationship with him more intimate than any human
relationship!  Just look at what God's Word says:
        - "This is what the high and lofty One says, He who lives forever,
‘I live in a high and holy place, but also with him who is contrite and
lowly in spirit.'" (Isaiah 57:15)
        - "We proclaim to you what we have seen and heard, so that you also
may have fellowship with us.  And our fellowship is with the Father and
with his son, Jesus Christ." (I John 1:3)
        - "this is eternal life: that they may know you, the only true God,
and Jesus Christ, whom you have sent." (John 17:3)
        - "For you did not receive a spirit that makes you a slave again to
fear, but you received the Spirit of sonship.  And by him we cry, ‘Abba,
Father.'  The Spirit himself testifies with our spirit that we are God's
children." (Rom.8:15,16)
        - "For who among men knows the thoughts of a man except the man's
spirit within him?  In the same way no one knows the thoughts of God except
the Spirit of God.  We have not received the Spirit of the world but the
Spirit who is from God, that we may understand what God has freely given
us." (I Cor.2:11,12)

© 2014 InterVarsity Christian Fellowship/USA ®  |  Privacy Policy
Questions about the website? Contact the Webservant
Member of the International Fellowship of Evangelical Students
Evangelical Council for Financial Accountability

Apakah orang kristen telah dilatih untuk berdebat?

Membiarkan Kepercayaan untuk dipertanyakan, diuji, dipertentangkan dan dikompetisikan.Debater 3 lawan 3 Islam Kristen TANPA SENSOR di BPPT Jakarta



Menurut Pa Zebua salah seorang pendeta yang membaca blog ini, saat ini perlu meninjau dua perspektif yaitu dari sisi negara. Jika negara ini adalah negara yang mengakui equal right dalam beragama maka negara akan melarang seseorang, badan, pemuka agama untuk mempertanyakan dan melecehkan agama lain. Reformasi tidak boleh melewati pagar yang namanya hak beragama. Dari sisi umat kristen, banyak orang kristen yang tidak menyadari pentingnya bernegara, menghindari konflik. Pemuka agama kristen seharusnya tidak diam atau mendiamkannya. Biasanya umat kristen selalu berkata alkitabiah bahwa tidak perlu berdebat dengan umat muslim biar saja Tuhan kita sendiri yang membela dirinya.

Apakah di gereja perlu mengajarkan pentingya membela hak umat?
Pa Zebua menjawab, dari pengalaman, Saya juga belum pernah menemui ada gereja yang mengajarkan pentingnya membela kekristenan dan membela umat terhadap hinaan agama lain. Apalagi yang mengajarkan mati-matian Jihad jika Tuhan Yesus dihina, itu belum saya temui tapi mungkin bukan berarti belum ada. Secara pribadi menurut hemat kami itu perlu diajarkan karena bukan hanya orang dewasa tapi anak2 SD, SMP yang sekolah di SD/SMP Negeri sering mendapat intimidasi dengan pertanyaan menjebak dari guru muslim dan umat muslim yang merasa mendapat versi koreksi dari Alkitab, dan merasa berhak membetulkan Alkitab Kristen yang menurut mereka banyak salahnya. 

Bahkan hukum yang mengatur tentang pelecehan agama belum pernah bisa digunakan oleh umat Kristen untuk mendakwa umat lain yang melecehkan unsur kekristenan, seperti tentang Tri Tunggal, Yesus tidak mati disalibkan, ketidakkonsistenan beberapa penulis Alkitab, dll. Mengapa ? Karena selalu dipatahkan dengan pernyataan dari Umat Muslim bahwa apa yang dianggap pelecehan atas umat kristen materialnya atau pernyataannya diambil dari ayat Al-Quran dan didukung dengan bukti otentik dari sisi sejarah, bahasa dan budaya yang detail, akurat dan diklaim lengkap.

Buku : Oktober 2013

318James C. VanderKam

The Dead Sea Scrolls and the Bible

201Shelly Matthews

Perfect Martyr: The Stoning of Stephen and the Construction of Christian Iden

270St. Athanasius Academy of Orthodox Theology

The Orthodox Study Bible: Ancient Christianity Speaks to Today's World

123John D. Caputo

What Would Jesus Deconstruct?: The Good News of Postmodernism for the Church (The Church and Postmodern Culture)

133Bruce Ellis Benson

Liturgy as a Way of Life: Embodying the Arts in Christian Worship (The Church and Postmodern Culture)

289Nahum M. Sarna

Exploring Exodus: The Origins of Biblical Israel

180Richard Smoley

Inner Christianity

297Gregory Stevenson

A Slaughtered Lamb: Revelation and the Apocalyptic Response to Evil and Suffering

195Euan Cameron

Interpreting Christian History

250Jonathan Martin

Prototype: What Happens When You Discover You're More Like Jesus Than You Think?

273Christian Smith

The Bible Made Impossible: Why Biblicism Is Not a Truly Evangelical Reading of Scripture

257John Bevere

The Holy Spirit: An Introduction

Kemerdekaan Indonesia yang ke-68 tahun baru tahap free, belum tahap premium

Salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia bertanya secara acak kepada masyarakat Indonesia apa arti kemerdekaan. Ini beberapa jawaban: Negara yang merdeka menurut mereka yang diwawancarai adalah negara yang bebas dari belenggu penjajahan, mampu melindungi TKI dan TKW, kemerdekaan berarti bebas uang sekolah, masyarakat miskin menunjukkan negara yang belum merdeka. Wah-wah benar-benar sangat bervariasi, dari yang sangat patriotisme dan bela negara mati2an tapi ada juga yang masih merasa dijajah oleh Jepang, Amerika bahkan dijajah zionisme (aneh2 saja) dengan istilah penjajahan model milenium baru. Inti sari dari jawaban itu tidak terlepas dari kebebasan, kedaulatan, dan integrasi.
Kalau kita lihat banyak kebebasan pribadi dari warga negara yang tidak diperoleh pada negara yang sudah lama merdeka pun. Pangeran di Inggris hanya boleh menikah dengan calon istri yang kristen protestan. Negara Amerika yang katanya negara bebas, banyak sekali pelanggaran hak asasi terhadap warganya oleh negara sendiri. Bertolak belakang dengan warga Cina yang banyak dipangkas kebebasan pribadinya oleh negara, tetapi tidak ada satupun yang merasa dijajah atau belum merdeka.
Pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68 ini, isu utama kebebasan dan penjajahan sudah harus ditinggalkan. Saat ini kemerdekaan sudah berubah menjadi fasa baru yaitu kesetimbangan antara Hak dan Kewajiban. Jika di era penjajahan Jepang, orang Indonesia merasa hak nya sangat sedikit dibandingkan kewajibannya maka Pemerintahan Indonesia sekarang jangan melakukan seperti itu, namun di kondisi ekstrim jika haknya sangat banyak dan orang Indonesia tidak ada kewajiban, maka ia hanya sebagai tamu di negaranya sendiri. Negara yang merdeka adalah jika warga negaranya tahu hak dan kewajibannya. Khusus untuk Indonesia, arti kemerdekaan yang lain adalah pemahaman kebhineka Tunggalan yang akhir-akhir ini mulai pudar. Tidak akan ada kelompok-kelompok ekstrim yang berjuang demi golongan, suku dan agama tertentu, seharusnya mereka meneriakan hak dan kewajiban sebagai kesatuan dari kebhinekaan, tidak akan mungkin para pendukung sepakbola berseteru dengan pendukung sepakbola yang lain. Karena para pahlawan tidak hanya memperjuangkan kemerdaan bagi agama, suku atau golongan tertentu. Tidak ada gereja dibakar jika masyarakatnya sadar bahwa inilah Indonesia yang memiliki beragam agama. Tidak akan ada perdebatan kesukuan dan masalah Ras jika pikiran setiap warga negara sudah sadar bahwa bentuk kemerdekaan versi Indonesia adalah kebhinekaan Tunggal Ika.
Anehnya, dari sudut pandang negara penjajah, mereka tidak pernah merasa menjajah Indonesia. Mereka hanya mencari peluang, keuntungan bahkan menawarkan perbaikan. Yang oleh negara-negara sebelum kemerdekaan diterima sebagai bantuan. Sebagai contoh kolonialisme Belanda, menurut Belanda adalah usaha melindungi perusahan dagangnya (VOC). Sebagai bukti kualitas infrastruktur yang dibuat di jaman Belanda masih baik bahkan lebih baik dari yang dibuat bangsa Indonesia saat ini.
Apa yang justru dicari oleh bangsa kita saat itu tidak jauh berbeda dengan apa yang dicari setelah 68 tahun merdeka. Indonesia di 68 usianya baru tahap Free belum masuk tahap premium. Saat semua mampu memberikan kewajibannya untuk setiap hak yang diterimanya. Berpikir satu, berkomunikasi dengan bahasa yang satu dan merasa dengan satu kesatuan yaitu Indonesia.

Kemerdekaan dalam kekristenan
Seringkali umat kristen menganalogikan kemerdekaan adalah terlepas dari ikatan belenggu dosa. Kesulitan menjadi ikatan yang membuat tidak merdeka. Kedua paham ini sering diceritakan di gereja-gereja. Tapi mari kita lihat dari sudut pandang dosa (analogi sebagai penjajah). Dosa tidak pernah memaksa umat manusia untuk terbelenggu, banyak manusia yang rela dibelenggu dosa dan merasa ketagihan akan nikmatnya dosa. Dosa jaman sekarang bukan berupa belenggu pasungan yang berat tetapi hanya berupa benang tipis yang siapapun bisa melepasnya atau belenggu tidak berkunci, karena Yesus telah mematahkan belenggu dosa. Masalahnya umat kristen merasa dosa tanpa kunci belenggu ini tidak berbahaya, bisa dilepas dan diikatkan kembali dengan mudah. Umat kristen bisa memerdekakan dan membiarkan dirinya dijajah dosa dengan bersuka cita. Dosa berdusta bahkan memfitnah hanya dianggap kebiasaan dan life style. Gosip terhadap pemimpin gereja adalah menu utama di pertemuan-pertemuan pemimpin gereja. Jadi intinya umat kristen yang sudah dibeli dengan harga tunai oleh darah Kristus dan sudah terbebas dari belenggu dosa, merasa tetap cinta dosa bahkan ketagihan dan membuat dosa yang sudah terbuka kunci belenggunya menjadi kalung kebanggaan dan menciptakan ikatan-ikatan baru yang disebut ketagihan kenikmatan dosa.

Powered by Telkomsel BlackBerry®




Apakah Tuhan pernah mempertanyakan Kredibilitas Pemimpin Gereja

Suasana Persidangan di PN Bandung (15/8/2013)
Judul ini terdengarnya lucu, namun pernahkah Allah kita, Yesus kita mempertanyakan dan meragukan kredibilitas pemimpin umatnya yang dipilih? Allah kita tidak pernah ragu dengan para pemimpin umatnya, namun banyak raja-raja yang dikoreksi melalui para nabi yang disuruh oleh Allah seperti Daud yang diingatkan kesalahannya oleh Natan, Saul oleh Samuel. Kadang para pemimpin umat adalah manusia juga dan lupa untuk bertanggung jawab dengan talenta dan tanggung jawab yang sudah dipercayakan Allah padanya.

Namun bagaimana jika umatnya sendiri yang mempertanyakan kredibilitas pemimpinnya. Percaya atau tidak, umat kristen tercatat lebih banyak mempertanyakan kredibilitas pemimpin agamanya dibandingkan umat agama lain. Sejak jaman Nabi Musa, umat Israel mempertanyakan kredibilitas Musa karena kesusahan yang mereka alami di padang gurun.

Di era ini  umat gereja lain bisa mempertanyakan kredibilitas seorang pendeta yang bukan pemimpinnya.
Sebagai contoh kasus Pendeta HW yang diserang bertubi-tubi oleh mantan jemaatnya, pendeta senior dan pemimpin-pemimpin gereja di daerah sampai pusat hanya karena satu kata yaitu kredibilitas. Pemimpin gereja merasa memiliki hak untuk mempertanyakan kredibilitas pendeta HW, padahal kompetensinya tidak tepat. Bahkan seorang Hakim pun ikut-ikutan mempertanyakan kredibilitasnya.
Namun ternyata akhir-akhir ini terbukti Hakim itu pun tidak memiliki kredibilitas yang bersih, bahkan terlibat kasus bantuan sosial. Dana bantuan yang seharusnya buat rakyat tertimpa bencana malah digunakan untuk keperluan pribadi.

Sumber:
http://m.detik.com/news/read/2013/08/15/123027/2330532/10/uang-suap-setyabudi-capai-rp-1810-m-diberikan-di-kantor-hingga-kafe

Tak Ada Pengawalan Khusus di Sidang Hakim Setyabudi Cs di PN Bandung

Tya Eka Yulianti - detikNews

Bandung - Jelang sidang perdana perkara dugaan suap hakim yang akan digelar Kamis (15/8/2013) besok, Pengadilan Negeri (PN) Bandung tak melakukan persiapan khusus. Namun, koordinasi untuk pengamanan sudah dilakukan dengan Polrestabes Bandung.
Hal itu disampaikan Humas PN Bandung Djoko Indiarto saat dihubungi detikcom, Rabu (14/8/2013).
"Tidak ada persiapan khusus atau yang berlebihan. Perkara ini kan biasa saja, tapi memang jadi perhatian karena orang-orangnya ya," ujar Djoko.
Empat terdakwa yaitu Setyabudi Tejocahyono, Toto Hutagalung, Herry Nurhayat, dan Asep Triana. Setyabudi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PN Bandung sampai akhirnya tertangkap tangan KPK.
Untuk pengamanan sidang besok, Djoko mengaku telah berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung. Namun seperti apa bentuk pengamanannya dan berapa personil yang akan diturunkan, ia mengaku tak tahu.
"Mereka sudah ada SOP-nya. Berapa jumlahnya saya belum tahu. Tapi sepertinya tidak akan mencolok pengamanannya," tuturnya.
Besok, keempat terdakwa akan mendengarkan dakwaan yang akan dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU). Hakim yang memimpin sidang yaitu Nur Hakim dengan anggota Barita Lumban Gaol dan Baari Budhi.
Powered by Telkomsel BlackBerry®









 

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.